Halorarah

Lifestyle, Jalan Jalan, Kuliner, Staycation, Review

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us


Cuaca hari ini begitu cerah dan akhirnya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah  yang berlokasi di jalan brigjen katamso tanjung uncang diresmikan juga  pada hari jum’at tanggal 20 September 2019. Saat peresmian ribuan jamaah memenuhi seluruh ruangan masjid. Antusias masyarakat begitu besar karena Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini merupakan masjid terbesar Se Sumatera. Dan pada saat peresmian turut hadir Ustad Abdul Somad dan walikota Batam Bapak Rudi. 


Pembangunan Masjid Sultan Mahmud  Riayat Syah dimulai sejak tahun 2017 dan siap di tahun 2019. Dibangun diatas lahan seluas 41.422meter persegi, Masjid Sultan memiliki luas  lahan sekitar 57.144 meter persegi, sehingga dapat menampung kapasitas 24ribu jamaah. Masjid Sultan Nampak seperti Masjid Nabawi karena dihiasi 8 unit payung membran dengan ketinggian 17 meter dan memiliki luas setiap payungnya adalah 25x25meter.


Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah


Masjid Sultan Mahmud  Riayat Syah memiliki  9 Qubah, dimana  qubah utama berjumlah 1 buah dengan ukuran 64x64meter, 4 qubah gantung dan 4 qubah berukuran kecil, yang menghiasi atap masjid, sehingga dari kejauhan tetap indah dipandang mata.


Ruang sholat utama didalam masjid berukuran 4.000 meter persegi, sehingga dapat menampung sebanyak 5000an jamaah. Jangan takut merasa panas, karena ruangan sholat memiliki plavon yang tinggi sekitar 37.98meter, sehingga udara begitu leluasa masuk dan  jamaah tetap terasa dingin.


Sultan Mahmud Riayat Syah II ( 1760-1812 ) merupakan Pejuang Melayu yang lahir di Lingga Riau. Didaulat menjadi raja sejak usianya 2 tahun, dan dibesarkan oleh pamannya yakni Daeng Kamboja dan Raja Haji Fisabilillah. Sultan Mahmud Riayat Syah dimakamkan di Daik Lingga. Beliau mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Presiden Jokowidodo pada tanggal 9 November 2017 dan sekarang namanya di lekatkan sebagai nama masjid terbesar Se Sumatera. Yakni Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.


Membran Mesjid Sultan Mahmud Riayat Syah


“Sejak muda Sultan Mahmud Riayat Syah sudah ikut berperang melawan Belanda. Puncaknya pada tanggal 6 Januari 1784, ketika ia dan pasukannya berhasil mengalahkan Belanda. Perang ini dikenal juga dengan nama Perang Riau I,” ujarnya.

Perang Riau II terjadi pada tahun 1787. Saat itu pasukan Sultan Mahmud Riayat Syah bergabung dengan pejuang dari daerah lain. Ia secara rahasia meminta bantuan kepada Raja Tempasuk di Kalimantan yang memiliki pasukan laut yang kuat. Bantuan itu terdiri dari 90 kapal perang dengan kekuatan 7.000 prajurit. Maka, pasukan yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Riayat Syah berhasil mengalahkan Belanda.


Sejak awal peresmian masjid hingga saat kini, lokasi masjid tidak pernah sepi pengunjung  baik yang datang ingin berfoto foto maupun untuk beribadah. Khusus untuk wisatawan asing pengelola masjid telah menyediakan beberapa jubah untuk dipakai selama berada diarea masjid. Hal ini bermaksud untuk menghormati tempat ibadah. Dan untuk wanita yang ingin beribadah juga sudah tersedia beberapa mukenah yang disediakan.


Ruangan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah


Cara menuju ke masjid juga tak sulit, karena berada di lokasi yang dilewati oleh transportasi umum, seperti angkot, bus damri dan juga minibus. Disekitaran masjid juga terdapat banyak aneka jajanan. Dimalam hari suasana area masjid semakin ramai karena pengunjung datang untuk beribadah dan setelah itu bersantai.


Nah bagi kamu yang sedang berlibur atau berwisata ke Batam, jangan lupa untuk mampir di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, dan tetap jaga kebersihan area masjid,serta patuhi prokes yang ada ya


Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Jalan Brigjen Katamso

Tanjung Uncang - Batam

Aku rasa tidak semua masyarakat Batam mengetahui nama nama jembatan yang menghubungkan antara Batam dengan pulau pulau ujung Galang. Mungkin kebanyakan orang termasuk Aku hanya menyebutnya dengan nama jembatan 1,2 sampai yang terakhir 6 didaerah Barelang.

Setelah sekian tahun tinggal di Batam, Aku baru tau bahwa 6 jembatan yang menghubungkan pulau satu dengan pulau yang lainnya memiliki nama disetiap jembatannya. Inipun setelah memperhatikan plang plang nama yang ada di depan jembatan.

Apa saja nama 6 jembatan yang ada di area trans barelang tersebut ?

1. Jembatan 1  / Jembatan Tengku Fisabilillah

Jembatan ini menjadi icon kota Batam, setiap hari jembatan Tengku Fisabilillah ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar, Banyak para pedagang yang wara wiri disekitar jembatan ini, bahkan para photographer pun selalu siap sedia menawarkan jasanya. Jembatan 1 merupakan penghubung Batam ke Pulau Tonton. Meski Virus Covid-19 telah melanda dunia, Jembatan Barelang tetap ramai dikunjungi karena memang memiliki daya tarik tersendiri.


Jembatan Tengku Fisabilillah
Jembatan Tenku Fisabilillah

2. Jembatan 2 / Jembatan Nara Singa

Setelah Jembatan 1 tentunya ada jembatan 2 yang sekarang juga menjadi tempat bersantai asik bagi para wisatawan, karena jembatan Tengku Fisabilillah sering ramai dikunjungi oleh wisatawan, maka sebagian masyarakat mulai beralih ke jembatan Nara Singa, untuk bersantai ditepian pagarnya, karena view laut tak kalah indah disini.  Jembatan Nara Singa ini penghubung Pulau Tonton menuju Pulau Nipah.


Jembatan Nara Singa
Jembatan Nara Singa

3. Jembatan 3 / Raja Ali Haji.

Jembatan Raja Ali Haji tak selebar jembatan 1 dan 2 , sehingga jarang sekali masyarakat yang bersantai disini. namun bagi para pemancing, jembatan Raja Ali Haji lokasi yang pas untuk melempar umpan kelaut baik dari siang hingga malam hari. Jembatan Raja Ali Haji menghubungkan Pulau Nipah ke Pulau Setokok.


Raja Ali Haji.
Jembatan Ali Haji

4. Jembatan 4 / Sultan Zainal Abidin.

Jembatan Sultan Zainal Abidin juga mulai dijadikan tempat bersantai oleh masyarakat Batam, karena view lautnya cukup indah, dan untuk para pemancing, lokasi jembatan 4 ini masih menjadi favorit untuk melempar umpan kelaut. Jembatan Sultan Zainal Abidin menghubungkan Pulau Setokok ke Pulau Rempang. 


Sultan Zainal Abidin.
Jembatan Sultan Zainal Abidin

5. Jembatan 5 / Tuanku Tambusai.

Jembatan Tuangku Tambusai ukurannya cukup lebar, dan view laut disini begitu bagus sehingga jembatan ini sering dijadikan tempat beristirahat oleh wisatawan untuk melepas penat karena perjalanan jauh. Jembatan Tuangku Tambusai menghubungkan Pulau Rempang ke Pulau Galang.


Tuangku Tambusai.
Jembatan Tuanku Tambusai

6. Jembatan 6 / Raja Kecik

Jembatan Raja kecik merupakan jembatan terakhir yang menghubungkan Pulau Galang ke Pulau Galang Baru. sepanjang perjalanan menuju jembatan Raja Kecik kita akan disuguhi pemandangan bukit dan laut yang cukup indah dan memanjakan mata.



Raja Kecik
Jembatan Raja Kecik

Nah itu dia nama nama jembatan yang menghubungkan Batam dengan Pulau Pulau di sekitarnya. Masyarakat sendiri lebih nyaman menyebut kawasan ini dengan sebutan BARELANG yang berarti Batam Rempang Galang. 


Meski ada Transportasi Damri, namun tetap saja lebih cepat menggunakan kendaraan pribadi untuk menikmati wilayah Barelang, karena transportasi disini sangat terbatas baik jumlah armada dan waktunya.


Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kita semua.

Postingan Lebih Baru Beranda

Cari Blog Ini


  • HOME
  • CONTACT ME
  • ABOUT ME

Mengenai Saya

Rara
Lihat profil lengkapku

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 6 Nama Jembatan Yang Ada di Barelang Wajib Kamu Ketahui, Apa Saja ?
  • Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Tanjunguncang Batam

Advertisement

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  Oktober (3)
      • Pantai Melayu Barelang Batam Yang Semakin Jadi Pil...
      • Jalan Jalan Ke Pulau Mubut Barelang Batam
      • Wisata Pantai Mirota Jembatan Lima Barelang Batam
  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2021 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)

Popular Posts

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates